22 Desember 2008
Axioo PICO, sang Jawara NetBook
PICO yang dirilis tahun 2008 ini merupakan salah satu item unggulan dari merek Axioo. Produk yang memiliki karakter Netbook ini telah melahirkan dua varian, yaitu seri PICO DJM & DJJ detail
budies [URL] wah, akhirnya ada juga situs pcnusantara, saya menggunakan axioo notebook sejak 2006, tahun 2008 beli lagi seri zetta... mantab pcnusantara....
Suprijadi Pada awalnya saya ragu dengan PC Nusantara, dikarenakan PC yang saya beli sering mengalami error,namun pada akhirnya saya harus acungkan 2 jempol,karena semua keluhan saya dilayani dengan baik dan ada...detail
ilunk soal hrg mitra komputer memang murah, dengan kualitas yang sangat, sdh jd langganan..
Andhika [URL] Mantap banget ini toko cuman tanya info lewat messeger aja di layanin berbeda dengan toko2 Online lainnya
Apalagi referensinya passss banget ngena so kita jadi bisa milih produk yg benar2 tepat se...detail
Kiam Kok-san (Gunung Berlembah Pedang) merupakan sebuah di antara puncak-puncak
Pegunungan Kun Lun San yang tak pernah dikunjungi manusia seperti puncak-puncak
lain dari Kun Lun-san. Bukan karena Kim Kok-san kurang indah pemandangannya.
Sama sekali bukan. Bahkan tamasya alam yang tampak dari puncak gunung ini
amatlah indahnya. Batu kapur yang mengeras dan mengkilap menjulang tinggi
seperti menara besi menembus awan tak tampak ujungnya seolah-olah bersambung
dengan langit. Pantaslah kalau ada yang mengatakan bahwa puncak batu perawan itu
merupakan tempat kediaman dewa penjaga gunung. Awan putih yang berarak seperti
domba-domba kapas, tak pernah berhenti dihembus angin langit, menjadi jinak
setelah bertemu dengan Kiam Kok-san, berkumpul di sekeliling puncak seperti
sehelai bulu domba yang hangat. Dari puncak ini memandang ke bawah tampak awan
putih mengambang di bawah kaki, menyusupi lembah-lembah bukit yang amat curam.
Indah, sukar dilukiskan dengan kata-kata keindahan tamasya alam yang dapat
dinikmati dari puncak Kiam Kok-san. Bagaimana taman surga terbentang luas di
bawah kaki, suram-suram terselimut tirai halimun menciptakan sifat yang ajaib
penuh rahasia.
Ketika tiba di luar hutan dan melihat bahwa yang meniup suling adalah seorang
bocah yang duduk diatas punggung seekor kerbau besar, begitu penuh kedamaian dan
ketenangan, sejenak Sin-jiu Kiam-ong tercengang kagum. Kemudian dia menghela
napas panjang dan berbisik.
"Engkau telah menjadi pikun, terlalu tua! Dimana bisa terdapat orang begitu
bersih hatinya sehingga tercermin pada tiupan sulingnya? Hanya seorang bocah
yang akan sanggup meniup suling seperti itu. Di dunia ini mana terdapat orang
yang hatinya bersih melebihi hati seorang bocah?" Ia lalu melangkah masuk ke
dalam hutan mawar kembali sambil menggeleng-geleng kepala dan mencela kebodohan
sendiri. Tak lama kemudian dia sudah susuk bersila lagi, akan tetapi sekali ini
dia tidak bersamadhi, melainkan memasang pendengarannya menikmati alunan lagu
yang terhembus keluar dari lubang-lubang suling.
Keng Hong tidak mengerti apa yang dimaksudkan suhunya, namun dengan patuh dia
lalu mengikuti suhunya mendaki puncak. Ketika mereka tiba di bawah batu pedang,
Sin-jiu Kiam-ong mengempitnya dan merayap ke atas. Keng Hong merasa ngeri, akan
tetapi dia menguatkan hatinya dan sedikit pun tidak menyatakan rasa ngerinya!
Ketika mereka memasuki halimun tebal yang menutup bagian puncak batu pedang,
Keng Hong hampir menjadi kaku oleh rasa dingin. Seluruh tubuhnya menggigil,
sampai gigi atas beradu dengan gigi bawah namun dia tetap bertahan, tidak mau
mengeluh sama sekali. Ketika suhunya melepaskannya dan Keng Hong memandang
sekelilingnya, dia melihat bahwa kini dia berada di puncak batu pedang, dan
bahwa puncaknya tidak meruncing seperti tampaknya dari bawah dan halimun tebal
itu pun tidak mencapai puncak, melainkan mengambang di bawah. Puncak itu sendiri
tersinar cahaya matahari yang amat indah dan puncak itu lebar berbentuk segi
empat seolah-olah tadinya puncak itu meruncing kemudian patah. Lebarnya lebih
dari lima puluh meter dan di situ terdapat sebuah pondok kecil, dan tanah atau
batu di situ ditumbuhi rumput dan lumut hijau muda.
"Bohong! Tosu tua bangka bau! Bohong....!" wanita itu memaki.
Keng Hong menggeleng-geleng kepalanya. "Agaknya Totiang tidak dapat mengenal
watak suhu. Saya percaya bahwa suhu bukan mendasarkan pertolongannya atas baik
dan buruk, karena menurut wejangan suhu, bagi suhu dan saya, baik dan buruk itu
tidak ada, yang ada hanyalah pendapat orang yang selalu tidak adil karena
menurutkan kepentingan diri pribadi.”
"Eh, apa maksudmu?"
"Pandangan baik dan buruk oleh pendapat manusia adalah miring dan berat
sebelah, Totiang dipengaruhi oleh nafsu pribadi demi kepentingan diri sendiri.
Kalau seseorang melihat orang lain menguntungkan dia, bersikap manusia,
menyenangkan hatinya, maka serta-merta dia akan menganggap orang itu baik!
Sebaliknya kalau dia melihat orang lain merugikannya, memusuhinya dan tidak
menyenangkan hatinya, maka tanpa ragu-ragu lagi akan dianggapnya orang itu
jahat! Karena itu, saya seperti suhu tidak percaya akan pandangan orang tentang
baik dan jahat dan saya menolong wanita ini hanya terdorong perasaan ingin
menolong, kasihan melihat dia terancam bencana di sini.