Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
PC Nusantara - Meningkatkan Mutu Anak Indonesia
Ini BUKAN Komputer biasa -- Jangan SALAH memilih komputer!! -- Karena hanya kami yang mengerti akan kebutuhan anda -- Nikmati persembahan teknologi terkini dengan harga yang terjangkau
22 Desember 2008
Axioo PICO, sang Jawara NetBook
PICO yang dirilis tahun 2008 ini merupakan salah satu item unggulan dari merek Axioo. Produk yang memiliki karakter Netbook ini telah melahirkan dua varian, yaitu seri PICO DJM & DJJ detail

28 November 2008
10 Tips Penggunaan Laptop Axioo
Jika Anda adalah pengguna Laptop Axioo, berikut akan dijelaskan 10 buah tips singkat dan bermanfaat agar laptop Anda lebih awet dan tahan lama... detail

» index berita
Suprijadi
Pada awalnya saya ragu dengan PC Nusantara, dikarenakan PC yang saya beli sering mengalami error,namun pada akhirnya saya harus acungkan 2 jempol,karena semua keluhan saya dilayani dengan baik dan ada... detail

ilunk
soal hrg mitra komputer memang murah, dengan kualitas yang sangat, sdh jd langganan..

Andhika
[URL]
Mantap banget ini toko cuman tanya info lewat messeger aja di layanin berbeda dengan toko2 Online lainnya Apalagi referensinya passss banget ngena so kita jadi bisa milih produk yg benar2 tepat se... detail

tony
kenapa sich pc nusantara kok selalu make nama2 paket yang unik?apa itu salah satu kelebihannya dan trade mark originalnya???tapi jujur harga di pc nusantara emang selisih tapi saya tetep make karena d... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial

H O B I B A C A » Kho Ping Hoo - ( Pendekar Sakti )

Urut berdasarkan

001. Pendekar Sakti Episode 1

Sungai Huang-ho atau Sungai Kuning yang amat terkenal di Tiongkok itu menumpahkan airnya di laut Pohai, termasuk di Propinsi San-tung sebelah utara.

Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kerajaan boleh ganti-berganti, jutaan manusia mati dan hidup lagi, namun Sungai Kuning tetap mengalirkan airnya ke dalam laut.

Ketika itu, Kerajaan Tang yang semenjak abad ke tujuh hidup subur dan makmur, dalam permulaan abad ke delapan mulai mengalami perubahan besar. Korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh semua pembesar dan pegawai negeri dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi kedudukannya, membuat negara menjadi lemah, rakyat menjadi sengsara, dan kekacauan timbul di mana-mana.

detail

002. Pendekar Sakti Episode 2

Setelah Kwan Cu menelan obat itu, Tauw-cai-houw tertawa bergelak. “Ha-ha-ha, selama bertahun-tahun ini belum pernah aku mendapatkan seorang anak seperti engkau! Sekali ini aku pasti akan berhasil. Kau adalah seorang anak sin-tong (anak ajaib), jantung dan otakmu pasti akan menghasilkan semua usahaku selama ini. Ah, kau mengingatkan betapa semua anak-anak ini hanyalah sebangsa boan-tong (anak nakal) belaka. Hm, sungguh menyebalkan!”

Kwan Cu tidak mengerti maksud kata-kata ini, hanya sepasang matanya yang lebar dan bersinar-sinar itu memandang tajam.

“Mengapa matamu mendelik terus kepadaku?” Tauw-cai-houw membentak marah. “Tenanglah, matamu yang tajam itu takkan memasuki perutku, hanya akan membikin muak saja!”

detail

003. Pendekar Sakti Episode 3

Tiga orang pemimpin Sin-to-pang itu memandang kepada Kwan Cu dengan mata mendelik. Mereka mendongkol sekali karena dimaki gila, juga dapat menduga bahwa Loan Eng dapat menemukan tempat mereka tentu atas petunjuk bocah gundul itu. Akan tetapi pada saat seperti itu mereka tidak sempat melayani bocah gundul itu.

“Huang-ho Sam-eng (Tiga Pendekar Sungai Kuning), sekali lagi aku bertanya, apakah kalian tidak mau membebaskan Sui Ceng dengan baik-baik sehingga aku tak perlu turun tangan?”

“Tak mungkin, Toanio. Dengan berbuat begitu, berarti kami melanggar sumpah setia kepada mendiang Bun-pangcu!” jawab seorang di antara mereka. Memang tiga orang pemimpin yang dulu menjadi pembantu-pembantu Bun Liok Si adalah tiga saudara yang terkenal dengan julukan Huang-ho Sam-eng dan mereka ini sudah semenjak mudanya terkenal sebagai pendekar-pendekar budiman.

detail

004. Pendekar Sakti Episode 4

Kwan Cu berjalan bersama kakek pengemis yang luka-luka dan di sepanjang jalan kakek pengemis itumasih bernyanyi-nyanyi. Kwan Cu seorang anak yang cerdik, mendengar nyanyian yang isinya memaki-maki dan mencela orang she Lu, dia tahu bahwa kakek ini tentu dibikin sakit hati oleh she Lu.

 

“Lopek, apakah anak bangsawan tadi she Lu?”

 

Kakek itu berhenti bernyanyi, lalu memandang padanya, akan tetapi sebelum dia menjawab, tiba-tiba kakek itu meramkan matanya, wajahnya semenjak tadi telah pucat dan kini matanya berkunang. Tubuhnya lemas dan dia lalu terkulai, pingsan dalam dekapan Kwan Cu. Ternyata bahwa kakek ini telah kehilangan banyak darah dan karena semenjak tadi dia menahan sakit dengan nyanyiannya, sekarang setelah dia berhenti bernyanyi, rasa sakit itu datang menyerang dirinya bagaikan gelombang besar yang menelannya!

detail
4 user sedang online
Anda pengunjung ke-134,045
Info

Marketing 1

Marketing 2

Search:

US$ x Rp. 11,500 =
Rp.  
AIMA
Axioo Site
Intel Site
© 2007 Mitra Perkasa Computer
Jl. Ngagel 179-183 RK-26 Surabaya
Telp. (62-31) 5012 111 | Fax. (62-31) 501 7972 | info@pcnusantara.com

Surabaya | Gresik | Sidoarjo | Tuban | Mojokerto | Bojonegoro| Malang