H O B I B A C A » Kho Ping Hoo - ( Pendekar Sakti )

Urut berdasarkan

001. Pendekar Sakti Episode 1

Sungai Huang-ho atau Sungai Kuning yang amat terkenal di Tiongkok itu menumpahkan airnya di laut Pohai, termasuk di Propinsi San-tung sebelah utara.

Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kerajaan boleh ganti-berganti, jutaan manusia mati dan hidup lagi, namun Sungai Kuning tetap mengalirkan airnya ke dalam laut.

Ketika itu, Kerajaan Tang yang semenjak abad ke tujuh hidup subur dan makmur, dalam permulaan abad ke delapan mulai mengalami perubahan besar. Korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh semua pembesar dan pegawai negeri dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi kedudukannya, membuat negara menjadi lemah, rakyat menjadi sengsara, dan kekacauan timbul di mana-mana.

detail

002. Pendekar Sakti Episode 2

Setelah Kwan Cu menelan obat itu, Tauw-cai-houw tertawa bergelak. “Ha-ha-ha, selama bertahun-tahun ini belum pernah aku mendapatkan seorang anak seperti engkau! Sekali ini aku pasti akan berhasil. Kau adalah seorang anak sin-tong (anak ajaib), jantung dan otakmu pasti akan menghasilkan semua usahaku selama ini. Ah, kau mengingatkan betapa semua anak-anak ini hanyalah sebangsa boan-tong (anak nakal) belaka. Hm, sungguh menyebalkan!”

Kwan Cu tidak mengerti maksud kata-kata ini, hanya sepasang matanya yang lebar dan bersinar-sinar itu memandang tajam.

“Mengapa matamu mendelik terus kepadaku?” Tauw-cai-houw membentak marah. “Tenanglah, matamu yang tajam itu takkan memasuki perutku, hanya akan membikin muak saja!”

detail

003. Pendekar Sakti Episode 3

Tiga orang pemimpin Sin-to-pang itu memandang kepada Kwan Cu dengan mata mendelik. Mereka mendongkol sekali karena dimaki gila, juga dapat menduga bahwa Loan Eng dapat menemukan tempat mereka tentu atas petunjuk bocah gundul itu. Akan tetapi pada saat seperti itu mereka tidak sempat melayani bocah gundul itu.

“Huang-ho Sam-eng (Tiga Pendekar Sungai Kuning), sekali lagi aku bertanya, apakah kalian tidak mau membebaskan Sui Ceng dengan baik-baik sehingga aku tak perlu turun tangan?”

“Tak mungkin, Toanio. Dengan berbuat begitu, berarti kami melanggar sumpah setia kepada mendiang Bun-pangcu!” jawab seorang di antara mereka. Memang tiga orang pemimpin yang dulu menjadi pembantu-pembantu Bun Liok Si adalah tiga saudara yang terkenal dengan julukan Huang-ho Sam-eng dan mereka ini sudah semenjak mudanya terkenal sebagai pendekar-pendekar budiman.

detail

004. Pendekar Sakti Episode 4

Kwan Cu berjalan bersama kakek pengemis yang luka-luka dan di sepanjang jalan kakek pengemis itumasih bernyanyi-nyanyi. Kwan Cu seorang anak yang cerdik, mendengar nyanyian yang isinya memaki-maki dan mencela orang she Lu, dia tahu bahwa kakek ini tentu dibikin sakit hati oleh she Lu.

 

“Lopek, apakah anak bangsawan tadi she Lu?”

 

Kakek itu berhenti bernyanyi, lalu memandang padanya, akan tetapi sebelum dia menjawab, tiba-tiba kakek itu meramkan matanya, wajahnya semenjak tadi telah pucat dan kini matanya berkunang. Tubuhnya lemas dan dia lalu terkulai, pingsan dalam dekapan Kwan Cu. Ternyata bahwa kakek ini telah kehilangan banyak darah dan karena semenjak tadi dia menahan sakit dengan nyanyiannya, sekarang setelah dia berhenti bernyanyi, rasa sakit itu datang menyerang dirinya bagaikan gelombang besar yang menelannya!

detail